Kenapa banyak orang menyepelekan Garageband, Sementara saya bisa bikin banyak demo lagu, podcast disitu ?

Apple, khususnya Mac pertama kali melihatnya dalam dunia rekaman kisaran tahun 2006 ketika salah satu studio di Surakarta / Solo menggunakan dalam format Power PC menggunakan interface digi001 dan Pro Tools 5 atau 6. Saya cukup minder karena harganya tidak relevan dengan 2 channel input mic dan 6 line in. Lalu pada 2009 seorang teman memiliki Mbox 02 biru dengan Macbook hitam (uasek) dan Pro Tools 7 LE. Ini baru lumayan bisa di tiru karena harganya lumayan asoy. Dan saya mulai bekerja menggunakan Apple enviroment mulai saat itu hingga 2010. Lalu di 2025 kemarin saya mendapatkan M4 Mac mini, agar saya lebih uptodate ke dunia perapplean ini. Dan saya mencoba memakai Mac tersebut tanpa instalasi software tambahan. Dan tentunya mencoba garageband, dan bummmm....

Saya bisa bikin banyak sekali demo musik, podcast dan editing ringan yang selama ini menggunakan Audacity bisa beres cepet disini. Dan ini gratis dan langsung bisa dipakai 9 menit setelah Macnya keluar dari dusnya. 

Saya suka sekali software ini. Dan berniat untuk membagikannya dalam bentuk apapun, kelas misalnya atau diskusi ringan tentang DAW yang murah dan meriah, namun cukup buat eksplorasi dasar. Memang kelasnya kalah cepat kalo kita prompt ke SUNO, namun ini cukup enak ketika mau instan, kemudian lanjut lagi editing kapan hari. Cocok banget buat latihan nambah katalog lagu ciptaan baru, demo atau mockup untuk music scoring tanpa menu yang belibet. 

Cukup lama saya bertahan dan sampai sekarang bahkan. Ada sih Logic Pro 12.3, namun kalo untuk ide dasar, Garageband lebih mudah dan cepat bagiku. 

Perbandingan - perbandingan antar DAW wajar kulakukan, mengingat sebagai tenaga ahli dan pengajar dibidang ini memang itu salah satu jobdesknya ketika mengajar atau ditanya via WA. Namun dengan Garageband dengan kondisi sekarang, layaknya memang sangat membantu musisi tanpa keluar duit sepeserpun ketika punya Mac. 


Posting Komentar

0 Komentar