MEMBUAT DEMO VS MEMBUAT MASTER AUDIO MUSIK


MEMBUAT DEMO VS MEMBUAT MASTER.
#sebuah #cerita
di era awal awal home recording 2005 (yes 16 tahun yang lalu), setiap band pasti pengen bikin demo atau contoh #lagu karangan sendiri. Tidak ada orang #rekaman buat tujuan #cover (kecuali yg hobby). Mereka berbondong - bondong untuk menunjukan karya asli dan syukur - syukur diterima LABEL (sungguh mulia cita2 awal millenium ini). Biaya membuat demo jauh lebih murah daripada membuat MASTER. Karena tujuannya hanya menuangkan atau menangkap #ide #dasar dari #musik ciptaan sendiri. Bandingkan dengan era sekarang, pembuat karya orisinal sudah pasang target sampai dengan video clip yang keren, bokeh sana sini atau sewa drone. Otomatis budget produksi kelas MASTER ini ditanggung sendiri semua. Semuanya menuntut aestetic (alah opo kuwi). Dan ini "mahal" kalo sewa orang professional. (biaya audio master, plus visual keren pasti mahal, kalo dapat gratisan toh ga mungkin 10 lagu).
Jaman sekarang ga ada yang rekaman buat demo aja (kalo ada mungkin setahun cuman dikit) atau mereka sudah rekam "demo" samplenya dari hape.
Mereka menuntut produksi KELAS MASTER / Produk Kualitas Bagus buat edar digital.
#Video disamping ini adalah contoh pembuatan demo, ya simple saja isinya. Cuman track : drum, bass, gitar, dan keys. Untuk vocal belum diisi, maklum belum nemu lirik.
Dari demo ini biasanya akan kelihatan, lagunya menarik atau tidak, durasi aman atau kependekan, tinggi nadanya ketahuaan atau engga. Jadi memudahkan "langkah selanjut"nya untuk memutuskan buat master atau tidak.
ADA BANYAK DEMO yang ga dibikin masternya, karena mungkin tidak cocok dengan vokalis atau karakter bandnya. Lalu apakah demo itu dibuang ?
Jangan dibuang. Barangkali 5 tahun lagi ada yang cocok, barangkali trendnya masuk, atau dipakai anak cucu keturunanmu

Posting Komentar

0 Komentar